Sangat terasa keprihatinan saya saat ini dengan prilaku-prilaku anak bangsa yang sebenarnya sangat kental dengan adat istiadat,budaya,sikap tetapi kian hari kian digilas zaman, Apa arti ini semua dan apa sebab ini terjadi ?.... Pada rubrik ini sedikit saya coba menulis tentang perkembangan prilaku anak anak bangsa..
Kita tau bahwa kita bersuku-suku,berbangsa-bangsa, beragama yang berbeda-beda walaupun mayoritas agama Islam, Kita tau dasar Panca sila adalah dasar negara dengan di lambang BURUNG GARUDA yang dikakinya bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.Walaupun berbeda beda kita tetap satu payung NKRI dan hidup bersama sama saling mengisi kekurangan bahu membahu menuju Indonesia Jaya.Adil dan makmur. Tetapi kini hampir terlupakan tekad para pendahulu kita.karena zaman sudah berubah seiring perkembangan dunia. Era ORBA sudah tumbang oleh era Reformasi.Era ini lah yang membuat kita kini saling salah
menyalahkan satu sama lain .Mosi tak percaya timbul kepada para pemimpin kita dan pemimpin kita pun juga tak menyikapi dengan bijak. Ini sering terjadi rebutan kekuasaan untuk memimpin negeri ini yang ujung ujungnya bukanlah mengayomi,membina apalagi memberikan tauladan ke masyarakatnya melainkan sebagai ajang mencari sanjungan, harta berlipat ganda, memerintah semena-mena tanpa menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung didalam Panca Sila.Media massa yang sudah kebablasan mengunngkap fakta dan realita,sebenarnya transparansi saat ini memang perlu tetapi apakah kita mau membuka aib kita dimata dunia ? Jelas jelas kayaknya mau.Contoh : Masalah kekisruhan ditubuh PSSI yang tetap menjadi perhatian dunia dikalangan persebak bolaan FIFA , PEMILUKADA Kuansing juga contoh atas perebutan kekuasaan,Yang kalah tidak Pasrah yang menang sombong dengan kemenangannya, fasilitas negara, daerah bahkan jabatan tetap jadi taruhan kursi keBUPATIan nya untuk terpilih pada priode berikutnya ,ANAK BANGSA yang mencuri sebuah semangka terpenjara 6-10 bulan kurungan, KORUPTOR milyaran hanya 3 bulan kurungan karena kuasa Hukumnya sangat licik dan pandai membelah kliennya , ditambah dengan bayaran yang lumayan menjanjikan ,,sebuah mobil mewah, belum lagi dengan tingkah para anggota dewan disaat sidang sedang berlangsung. Saat ini kita sulit menonton membaca berita tentang panen raya, peresmian pembangunan ,Apakah media tidak meliput atau liputan yang kurang di gemari pemirsa,pemirsa adalah anak bangsa ,kita telah bangga dengan kemaksiatan,azab,petaka,kejahatan dan sensasi untuk mencari popularitas.Kita sering baca koruptor,pekelahian didepan pengadilan, tonton tawuran pelajar, demo anti pemerintah koruptor kelas kakap yang lagi menjalani proses sidang,Yang paling mengejutkan pencuri ayam yang lagi di seret ke MAPOLSEK mati di gebukin massa , Sementara kita tau POLISI adalah pelindung dan aparat penegak hukum tapi apa yang terjadi ?Ya Allah mau dikemanakan bangsa ini, kemana kita harus minta perlindungan kepada siapa kita harus meneladani,minta pengamanan , minta keadilan,
Bagi kita yang berkeyakinan ada pengadilan yang pasti kita temui baik di dunia maupun di akhirat . Keadilan itu pada yang ada pada sang Pencipta. Jika tujuan para pendahulu kita terlupakan kembalilah pada Panca Sila dan UUD 45,Jika ingin memperkuat tali persaudaraan antara kita sebangsa dan setanah air
Kita tau bahwa kita bersuku-suku,berbangsa-bangsa, beragama yang berbeda-beda walaupun mayoritas agama Islam, Kita tau dasar Panca sila adalah dasar negara dengan di lambang BURUNG GARUDA yang dikakinya bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.Walaupun berbeda beda kita tetap satu payung NKRI dan hidup bersama sama saling mengisi kekurangan bahu membahu menuju Indonesia Jaya.Adil dan makmur. Tetapi kini hampir terlupakan tekad para pendahulu kita.karena zaman sudah berubah seiring perkembangan dunia. Era ORBA sudah tumbang oleh era Reformasi.Era ini lah yang membuat kita kini saling salah
menyalahkan satu sama lain .Mosi tak percaya timbul kepada para pemimpin kita dan pemimpin kita pun juga tak menyikapi dengan bijak. Ini sering terjadi rebutan kekuasaan untuk memimpin negeri ini yang ujung ujungnya bukanlah mengayomi,membina apalagi memberikan tauladan ke masyarakatnya melainkan sebagai ajang mencari sanjungan, harta berlipat ganda, memerintah semena-mena tanpa menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung didalam Panca Sila.Media massa yang sudah kebablasan mengunngkap fakta dan realita,sebenarnya transparansi saat ini memang perlu tetapi apakah kita mau membuka aib kita dimata dunia ? Jelas jelas kayaknya mau.Contoh : Masalah kekisruhan ditubuh PSSI yang tetap menjadi perhatian dunia dikalangan persebak bolaan FIFA , PEMILUKADA Kuansing juga contoh atas perebutan kekuasaan,Yang kalah tidak Pasrah yang menang sombong dengan kemenangannya, fasilitas negara, daerah bahkan jabatan tetap jadi taruhan kursi keBUPATIan nya untuk terpilih pada priode berikutnya ,ANAK BANGSA yang mencuri sebuah semangka terpenjara 6-10 bulan kurungan, KORUPTOR milyaran hanya 3 bulan kurungan karena kuasa Hukumnya sangat licik dan pandai membelah kliennya , ditambah dengan bayaran yang lumayan menjanjikan ,,sebuah mobil mewah, belum lagi dengan tingkah para anggota dewan disaat sidang sedang berlangsung. Saat ini kita sulit menonton membaca berita tentang panen raya, peresmian pembangunan ,Apakah media tidak meliput atau liputan yang kurang di gemari pemirsa,pemirsa adalah anak bangsa ,kita telah bangga dengan kemaksiatan,azab,petaka,kejahatan dan sensasi untuk mencari popularitas.Kita sering baca koruptor,pekelahian didepan pengadilan, tonton tawuran pelajar, demo anti pemerintah koruptor kelas kakap yang lagi menjalani proses sidang,Yang paling mengejutkan pencuri ayam yang lagi di seret ke MAPOLSEK mati di gebukin massa , Sementara kita tau POLISI adalah pelindung dan aparat penegak hukum tapi apa yang terjadi ?Ya Allah mau dikemanakan bangsa ini, kemana kita harus minta perlindungan kepada siapa kita harus meneladani,minta pengamanan , minta keadilan,
Bagi kita yang berkeyakinan ada pengadilan yang pasti kita temui baik di dunia maupun di akhirat . Keadilan itu pada yang ada pada sang Pencipta. Jika tujuan para pendahulu kita terlupakan kembalilah pada Panca Sila dan UUD 45,Jika ingin memperkuat tali persaudaraan antara kita sebangsa dan setanah air
sangat bagus pak topiknya,setidaknya bapak juga bisa menjadi jurnalis yang mengabadikan moment moment di dunia ini dengan tulisan tulisdssan singkat bapak...tetap semangat pak teruslah berkarya teruslah menjadi pelita bagi hidup ini...
BalasHapus.....apreciated for u..
Terima kasih atas komentarnya Zy, mudah mudahan bagi yang sempat membaca tulisan ini sadar atau hanya sekedar kaca dermin yang telah di hadapkan di depannya,Saya bukan Jurnalis dan bukan sastrawan yang pandai memperindah kata atau memutar balikkan fakta,ini hanya menurut saya pribadi saja bahwa saya sangat prihatin dengan bangsa ini.
BalasHapus