"Si UJO di persimpangan"
Seorang karyawan PLN yang telah berjalan dari lembah menuju dataran tinggi,naik turun dengan
beban moral dan etika yang ia pikul suka dan duka telah dijalani dengan
berbagai cobaan tetapi ia tak pernah surut semagat untuk membangun citra PLN
baik dimata konsumen ,pemerintah maupun perusahaan sesama BUMN lainnya.Atasan
entah memperhatikan dia entah hanya sebagai ban serap saja.Namun keuletan dan
semagatnya bukan di ukur dari perhatian atasan dan bukan pula ingin mencapai
jabatan yang paling tinggi sekelasnya. O ya sebut saja namanya si Ujo.
Ujo juga seorang yang berpendirian sekeras batu yang tak muda
diintervensi oleh siapapun,memang didalam suatu organisasi,kelompok atau yang
sejenisnya pasti ada aturan-aturan yang harus di taati,tetapi bila aturan itu
melanggar dari moral dan etika Ujo takkan pernah surut sebelum aturan itu
dirubah,mungkin resikonya buat Ujo sangat besar demi kelangsungan hidupnya
bersama keluarganya untuk masa depan bisa terancam tetapi ia tetap Ujo.Kini
melelanjutkan perjalanan yang hampir sampai ke tujuan ,Didadanya ada kalung
yang berlambangkan SP-PLN dan dibajunya tergantung Pening Peg PLN,SP-PLN adalah
Serikat Pekerja PLN yang independen,mandiri,demokratis,bebas dan bertanggung
jawab.Funnsinya
a.
Pembina,Pendamping,Pelopor dan
Pembela kepentingan anggotanya serta menyusun perjanjian kerja bersama (PKB)
guna untuk meningkatkan kesejahteraan dan kwalitas SDM serta untuk memajukan
Perseroan
b.
Mewakili organisasi dan anggotanya
baik didalam maupun di luar pengadilan
c.
Perencana,pelaksana dan penanggung
jawab pemogokkan sesuai dengan peraturan yang belaku
d.
Memperjuangkan kepemilikan saham
PT.PLN(Persero) untuk Serikat Pekerja guna meningkatkan kesejahteraan anggota
Sementara kita semua sudah paham apa itu PLN.PLN adalah Persusahaan
Listrik Negara yang berusaha dibidang ketenaga listrikan di Negara ini,tanpa
adanya PLN mungkin rakyat akan menderita dengan
urusan kelistrikan yang bila masyarakat itu disuruh atau
diberi kebebasan untuk mengusahakan sendiri listrik apa yang mereka lakukan ?
jika harga BBM, seharga sekarang.
Untung ada PT.PLN yang mengurus kelistrikan yang harga
jualnya sudah ditentukan oleh pemerintah,Karena hajat hidup orang banyak memang
harus dikuasai oleh Negara.Eh Ujo telah jauh dari alur cerita,Kini Ujo sampai
pada persimpangan jalan.Untuk menuju kearah yang lebih baik, sebut saja
Perusahaan tempat Ujo bekerja ingin mendapatkan prediket Perusahaan berkelas
dunia,ingin memuaskan pelanggannya,ingin mensejahterahkan bangsa dan Negara .Untuk
kearah sana maka manajemen PLN membuat suatu program yang berkaitan erat dengan
SDM yang ada di dalamnya.Apakah mereka mampu,apakah mereka berkompeten didalam
bidangnya ? seharusnya tanya saja sama Manajemen yang selama ini berjalan, toh
kenapa harus di uji dulu,bukankah SDMnya yang ada saat ini sudah melalui
beberapa proses penerimaan Pegawai,bukankah manjemen telan memberikan
pelatihan,diklat,in hause traning dsbnya,Padahal Ujo telah bertahun tahun bekerja Ujo telah
sarat ilmu dan pengalaman.Kini Ujo dianjurkan untuk mengikuti Ujian Kompetensi,Ujo
yang telah lama bekerja tadi merasa tersinggung akan kebijakan yang dikeluarkan
oleh Manajeman untung saja Ujo ada Kalung yang berlambangkan SP-PLN.Tetapi yang
membingungkan si Ujo Apakah SP-akan menunjukan kepada Ujo tugas tugas SP? Atau
SP akan lepas tanggung jawab dan akan ikut apa yang telah diprogramkan
Manajemen. Saat ini Manajemen mulai melupakan keberadaan SP padahal SP dan
Perseroan telah menanda tangani Perjanjian Kerja Bersama,yang pada BAB XIX
Ketentuan Peralihan Pasal 68 ayat 3 yang berbunyi “Dalam terjadi perubahan
kebijakan-kebijakan,baik kebijakan perseroan maupun kebijakan dalam perundangan
yang berlaku yang dapat mempengaruhi ketentuan yang di tetapkan dalam PKB maka
terhadap PKB akan diadakan yang perubahan yang merupakan addendum atau amandemen dan ditanda tangani bersama
antara perseroan dan SP-PLN.
Kini Ujo bingung ,takut akan tersingkir atau takut akan
dikatakan tidak kompeten,untuk di didik ke yang proposinal otaknya tak seencer
diwaktu muda dulu.Ujo, Ujo jangan bingung jo dan jangan takut jo,Tetaplah
melangkah maju dan terus bekerja ,motivasilah adik-adikmu yang baru merasakan
bekerja di PLN,mereka pintar pintar dan ajarih mereka untuk mencintai
pekerjaannya dan tak perlu minta disanjung dipuji apa lagi dikasih
reward,Minimal pekerjaan yang ada di depannya adalah modal ibadahnya untuk
bekal di alam baqa gaji untuk bekal kelangsungan hidupnya dan
anak-anaknya,pupuklah semangat mereka insyaallah piagam Allah yang akan
memberikan ke Ujo nantinya tak usah Ujo sedih dengan tak bisa ikut ujian
Kompetensi.
SELAMAT BEKERJA JO,BEKERJA BEKERJA BEKERJA !!!!!!!!!!!!

mantap pak...
BalasHapusTerima kasih fiq
BalasHapusjo,salam hangat ...
BalasHapuskebijakan managemen melaksanakan proses kompetensi memanglah sangat krusial masih banyak harus di kaji ulang dan di sepakati bersama,sehingga tidak terjadi miss komunikasi,jika masih berpolemik seperti ini maka akan hanya mubazir,
..bagus pemikiranya jo,secara personal kamu sudah menunjukan sikap,setidak nya masih banyak lagi para para pegawai PLN yang masih tanda tanya dan bahkan tidak tau menau soal ini ,polemik yang sangat berkepanjangn,lanjut kan jo,kelak pemikiran kamu bisa menimbulakan ide ide baru dalam mengambil kebijakan dalam managemen ke arah yang lebih baik lagi serta ber orientasi terhadap pekerja dan kinerja...
PLN jaya dengan Bekerja bekerja bekerja,
dan jangan lupa berdo'a he,he,he,
Yaaa,Ujo memang mau bekerja yang ingin Ujo sejahtera Perusahaan kaya dan negara tidak lagi mikir beban APBN yang cukup besar,Kamu betul ,.. hal hal yang mubazur itu jelas terlihat dan dialami di bidang SDM terutama, ada Diklat Training,Kursus adalah untuk pembekalan SDM,kemudian di unit2 suatu bidang untuk person ada SMUK,Apa itu SMUK,apa untuka mendapatkan IKS lebih banyak,apakan untuk kinerja para atasan atasan saja,Kalau ada ujian kompetensi,andai kata tidak kompeten,kinerjanya di SMUK tercapai target tentu perlu dipertanyakan
BalasHapusTeruskan perjungan sp dengan tindakan yg lebih nyata dan sosialisasikan ke lini bawah, supaya kita dibawah lebih paham dan tidak kebingungan saat diinterfensi oleh anjing-anjing perusahaan yang ngaku bersih, padahal paling korup
BalasHapusSip,Nanti SEKJEN DPP akan turun ke WRKR hari Sabtu mendatang,dan InsyaAllah Pengurus DPC akan menghadiri pertemuan tersebut,guna untuk merapatkan barisan SP DPD- SP DPC dan SP DPAC
BalasHapusGood
BalasHapusOke Rif
BalasHapus